Bagaimana Bunyi Saudade Hutan Bambu – Puisi-Puisi Dimarifa Dy

 

Hutan Bambu

aku suka ibu mengomel 

seperti hutan bambu

seberang sungai

tempat hantu menyeret-nyeret kakinya 

ibu menyeret kegelapan 

yang mengkhawatirkan

 

kuambil semua cerita 

kekhawatiranmu, ibu

marilah tidak lagi berkata apa-apa

tentang kayangan atau sejenisnya

sampai jalan-jalan itu terbuka

sampai hutan-hutan berkata

 

aku lupa apakah kita pernah 

berjalan berdampingan

bila tiba musim yang hangat

apa pun, yang kau mau tertawa?

 

kuambil rindu zaman dulu

tanah mana aku boleh rebah?

kembali dalam jurang-jurang rahim 

yang gelap atau hangat

apa kita orang asing, ibu?

 

aku tak perduli lagi pada hal lainnya 

memikirkan apa yang telah aku 

lewatkan

sebab kesedihan yang tidak diingat 

olehku itu

tidak ada yang mau menanggungnya

2024

 

Saudade

dulu masih sekolah

lagu kasidah suaranya kecil-kecil

suaranya setiap subuh

ibumu bernyanyi riang

sambil memanaskan air teh

dan harum kue cucur

 

dari mimpi yang masih setengah

kau bergegas bangun

sambil mengingat-ingat peer kemarin

dan rencana  berikutnya

 

kau bergerak dengan tenang 

waktu bergerak dengan cepat

 

bagaimana mereka bisa

terus berdoa seperti itu

berdoa pulang ke rahim ibu

 

pada meja makan itu

kau tinggal seorang diri

2024

 

Bagaimana?

bagaimana menjadi wangi yang 

kau sukai

lahir dari gelap rahim

menyetujui takdir-takdir

jadi partikel yang bodoh

 

kau maklumkan kisah tak penting

kita putarkan cerita

seperti radio lama

berisik dan kemorosok

lalu bunuh ujung-ujungnya

 

harum bunga kopi di halaman 

daun-daunnya jatuh setiap pagi

menelusup jendela yang terbuka

untuk semua hal yang menyenangkan

kemudian sepi

2024

 

Penulis: Dimarifa Dy, seorang biasa yang menyukai puisi dan buku, lahir 12 Juni. Tumbuh besar di Lubuklinggau, Sumsel. Karyanya pernah dimuat di koran dan memenangi beberapa perlombaan.

 

Check Also

Menanam adalah Melawan: Punk, Tani, dan Gunungkidul Sebagai Ruang Resistensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *