Baru-baru ini muncul tren “date cancelled” pembaca yang membaca karya-karya Tere Liye (TL). Sebelum menyinggung soal itu, izinkan saya menggali ingatan & menyajikan beberapa persoalan. Pertama, karya-karya TL digolongkan Sastra Indonesia Populer (SIP). Bacaan SIP—bukan hanya karya TL saja—seringkali dijauhi atau diejek oleh pembaca sastra serius/kanon/bertendens. Apa perbedaan SIP & Sastra Indonesia Kanon (SIK)? Saya takkan menjawab & mengulangnya di …
Read More »Tag Archives: library
Perihal Pop
Pria Tua Casio Jatuh Dalam Repetisi
Tulisan-Tulisan Eksistensialisme dari Perancis
Membaca Martin; Membaca Sastra dan Estetika Puing
Dinamika Komunitas: Menjaga Nyala Sastra di Yogyakarta
Dari Toko Buku ke Toko Buku: Catatan Kurir Perbukuan
Tak seperti Esfand yang mengunjungi berbagai toko buku untuk kesenangan, Joni mengunjungi toko-toko buku di Jogja karena alasan pekerjaan.
Read More »Gelanggang Peradaban
“Aku membayangkan bahwa surga itu merupakan sebuah perkampungan sederhana yang di tengahnya terdapat perpustakaan besar dan berisi buku-buku dari berbagai zaman dan bangsa.”
Read More »
Ketiketik.com Mengetik dan Menalar Perubahan