Baru-baru ini muncul tren “date cancelled” pembaca yang membaca karya-karya Tere Liye (TL). Sebelum menyinggung soal itu, izinkan saya menggali ingatan & menyajikan beberapa persoalan. Pertama, karya-karya TL digolongkan Sastra Indonesia Populer (SIP). Bacaan SIP—bukan hanya karya TL saja—seringkali dijauhi atau diejek oleh pembaca sastra serius/kanon/bertendens. Apa perbedaan SIP & Sastra Indonesia Kanon (SIK)? Saya takkan menjawab & mengulangnya di …
Read More »Tag Archives: menulis
Hilang Budaya, Muncul Buaya
Fiksi Mini Muara Tragedi, Rekam Kisah Sepakbola
Risalah Bandar Kuclak
Malam ketujuh bulan Ramadan belum begitu larut, lantunan ayat suci dari TOA musala yang sember masih mengalun dengan khidmat. Di bawah remang lampu 5 watt, Rojaman membereskan segenap alat dadunya di kolong ranjang. Suaranya sedikit berisik hingga istrinya yang belum begitu lelap terjaga. “Apa telurnya habis, Kang?” tanya Darini bangun dari ranjang sambil mengikat rambutnya yang lusuh mengilat. “Ludes!” jawab …
Read More »
Ketiketik.com Mengetik dan Menalar Perubahan