
.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa wayang telah diakui UNESCO pada 2003 sebagai warisan tak benda. wayang dianggap sebagai suatu media strategis untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai tertentu. Sebagai pertunjukkan, wayang bisa dinikmati oleh semua kalangan karena berisikan cerita yang menarik untuk diikuti,
kendati mengandung kedalaman makna yang kompleks.
Pengakuan dari UNESCO menunjukkan bahwa wayang sudah tidak lagi berada pada skala lokal, melainkan telah berada pada taraf kebudayaan dunia. Namun, teknologi yang semakin maju dan banjir informasi di internet telah mengalihkan perhatian masyarakat kepada tontonan yang serba cepat.
Saat ini, kita mulai jarang mendapati tontonan wayang yang dilakukan semalam suntuk. Wayang kini digelar dengan waktu yang terbatas. Sementara, tontonan mengenai wayang di media sosial juga tidak mampu mengimbangi algoritma berbagai konten yang kekinian, sekalipun dengan durasi yang telah dipangkas. Sehingga, wayang berikut nilai filosofisnya menjadi jarang diperhatikan dan dibicarakan.
Melestarikan wayang, baik sebagai cerita maupun pertunjukan menjadi begitu penting. Melestarikan berarti merawat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan melestarikan wayang, para kawula muda akan tetap mendapatkan spirit sebagaimana yang terkandung di dalam wayang.
Sebagai respon atas fenomena wayang yang semakin jarang dibicarakan karena dianggap ketinggalan zaman, Komunitas Sastra Jejak Imaji menyelenggarakan Festival Lomba Musikalisasi Puisi Wayang. Dipilihnya musikalisasi sebagai upaya terlepas dari apa yang disebut “kuno”. Musikalisasi dipandang sebagai hal yang lebih kekinian dan
relevan dengan masyarakat, khususnya kawula muda.
Jejak Imaji sebagai komunitas sastra yang sudah lama bergelut dengan salah satu bentuk apresiasi musikalisasi puisi, merasa perlu menyelenggarakan kompetisi tersebut. Sebab meski sama-sama melibatkan puisi, musikalisasi puisi dinilai masih relatif sedikit dilakukan ketimbang kegiatan membaca puisi. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan ruang. Ajang ini dimaksudkan untuk menyediakan ruang tersebut.
Selain lomba, juga terdapat workshop musikalisasi puisi. Program tersebut diinisiasi sebagai bentuk nyata Komunitas Sastra Jejak Imaji memberikan sosialisasi terkait dengan musikalisasi puisi. Bentuk apresiasi terhadap puisi tersebut masih dianggap sulit dibuat. Bahkan muncul anggapan memusikalisasikan sebuah puisi lebih sulit
daripada membuat lagu. Maka program tersebut diharapkan dapat membantu memecahkan masalah-masalah yang ada dalam penciptaan musikalisasi puisi. Dari mulai pemilihan puisi sampai membuat aransemen lagu.
Lomba diselenggarakan secara daring dan para nomine akan diundang ke sekretariat Komunitas Sastra Jejak Imaji yang beralamatkan di Kepuh Kulon RT 04, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta untuk pementasan hasil karyanya. Pendaftaran dibuka mulai 18 Mei 2026 dan berakhir pada 20 Juni 2026. Lomba tersebut terbuka untuk umum dan gratis biaya pendaftaran.
Syarat untuk dapat mengikuti lomba musikalisasi puisi bertema wayang diantaranya, (1) bebas diikuti oleh siapa saja, dibuktikan dengan KTP atau Kartu Pelajar/Mahasiswa berdomisili D.I.Y./Jawa Tengah, (2) pendaftaran tidak dipungut biaya apa pun, (3) peserta dapat mendaftar secara individu maupun berkelompok (1-6 orang dalam satu tim), (4) tiap kelompok mengaransemen 1 (satu) musikalisasi puisi dari materi yang telah disediakan oleh panitia, (5) karya harus orisinal, bukan hasil plagiasi maupun imitasi kecerdasan buatan AI, (6) peserta diwajibkan mengunggah Surat Keaslian Karya yang disediakan oleh panitia.
Adapun timeline lomba musikalisasi puisi bertema wayang yang diselenggarakan oleh Komunitas Sastra Jejak Imaji, (1) 18 Mei – 20 Juni 2026 (Pendaftaran dan Pengumpulan Karya), (2) 23 Juni 2026 (Pengumuman 15 Besar), (3) 24 Juni 2026 (Pertemuan Teknis atau Technical Meeting), (3) 27 Juni 2026 (Pelaksanaan Lomba Secara Luring), (4) 28 Juni 2026 (Workshop dan Pengumuman Pemenang).
Para pemenang nantinya akan memperoleh hadiah sebesar, (1) juara 1 Rp. 4.500.000,00 (2) juara 2 Rp. 3.500.000,00 (3) juara 3 Rp. Rp. 2.500.000,00, (4) Juara favorit, Rp.1.500.000,00.
Dengan diselenggarakannya Festival Lomba Musikalisasi Puisi Wayang, diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi kawula muda untuk turut serta melestarikan wayang. Yuk, jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada di depan mata!
Ketiketik.com Mengetik dan Menalar Perubahan