ketiketik.com
Bagaimana Bunyi Saudade Hutan Bambu – Puisi-Puisi Dimarifa Dy
Alergi Sastra Pop & Salepnya
Baru-baru ini muncul tren “date cancelled” pembaca yang membaca karya-karya Tere Liye (TL). Sebelum menyinggung soal itu, izinkan saya menggali ingatan & menyajikan beberapa persoalan. Pertama, karya-karya TL digolongkan Sastra Indonesia Populer (SIP). Bacaan SIP—bukan hanya karya TL saja—seringkali dijauhi atau diejek oleh pembaca sastra serius/kanon/bertendens. Apa perbedaan SIP & Sastra Indonesia Kanon (SIK)? Saya takkan menjawab & mengulangnya di …
Read More »Menanam adalah Melawan: Punk, Tani, dan Gunungkidul Sebagai Ruang Resistensi
Dugaan Penyimpangan Implementasi Perpres No. 118 Tahun 2025 dalam Penggunaan Anggaran MBG untuk Pembelian Motor Listrik
Cerita sebagai Tuan Rumah: Menimbang Bahasa dalam Pariwisata
Sisa Hujan Kecil, Kenyamanan Ganjil, & Setengah Rembulan yang Gigil
Beberapa Jenis Logical-Fallacy yang Digunakan Para Awam dan Para SJW dalam Kasus Pembacokan di UIN Suska Riau
“Human is condemned to be free!”. —Jean Paul Sartre dalam Being and Nothingness.
Read More »
Ketiketik.com Mengetik dan Menalar Perubahan